[Review Film] The Lobster (2015) - Berpasangan atau Sendiri?




Film yang Menyegarkan

Ditengah kelangkaan akan film bagus dan segar pada tahun ini akhirnya saya menemukan satu film yang saya rasa menarik dan juga sangat segar dari segi cerita, dark comedy-nya dan juga cinematografinya. Film ini adalah The Lobster, film arahan Yorgos Lanthimos. Film ini sedikit mengingatkan saya terhadap Her yang merupakan salah satu film favorit saya tidak tahu kenapa, mungkin karena tema kedua film ini bisa dibilang erat dengan kesendirian dan juga penampilan Colin Farrell yang bermain sebagai peran utama yang sekilas mirip Joaquin Phoenix di film Her. Didukung oleh pemain seperti Rachel Weisz dan Lea Seydoux, ya Lea Seydoux, salah satu pemeran wanita favorit saya, tampil cantik dan apik dalam film ini. 


Berpasangan atau Sendiri


Dibuka dengan adegan yang sangat membingungkan, dan tidak dijelaskan lagi berikutnya, dimana seorang wanita yang mengendarai mobil menepi untuk menembak seekor keledai. Film ini berlatar di sebuah kota dimana hanya orang orang yang berpasanganlah yang dapat tinggal, sedangkan yang tidak memiliki pasangan biasanya akan mengirim diri atau dikirim ke hotel dimana mereka bisa tinggal dan mencari pasangan selama 45 hari disini, jika tidak berhasil mereka diberikan pilihan diubah menjadi binatang yang bebas mereka pilih atau mereka bisa kabur ke hutan dan diburu. Film ini menceritakan David, seorang duda yang sudah pernah menikah selama 12 tahun, dia datang bersama kakaknya Bob, yang sudah berubah menjadi anjing karena gagal mencari pasangan disini. Disini David memilih untuk menjadi Lobster jika dia gagal nanti, dengan alasan karena lobster merupakan hewan yang dapat hidup selama 100 tahun, berdarah biru seperti bangsawan, dan tetap fertil sepanjang hidupnya, juga David sangat menyukai laut yang merupakan habitat Lobster. Pilihan ini cukup tidak biasa karena biasanya orang orang memilih hewan hewan yang umum seperti anjing.


Dalam film ini digambarkan orang orang yang dapat dianggap sebagai pasangan adalah orang orang yang memiliki kesamaan, seperti sama sama mudah mimisan ataupun sama sama rabun ayam (short sighted). Seperti teman dari David, John yang pura pura mimisan, biasanya dengan membenturkan hidungnya sehingga berdarah, untuk mempunyai kesamaan dengan seorang wanita yang mempunyai kebiasaan mudah mimisan. Dalam film ini juga kita tidak boleh melakukan masturbasi, wah ini cukup sulit ya, dan biasanya setiap hari kita akan tetap dirangsang oleh pembantu disana agar tetap mempunyai keinginan untuk memiliki pasangan. Selain itu juga disana dipisahkan antara fasilitas orang yang sudah mempunyai pasangan atau belum, biasanya yang sudah mempunyai pasangan akan menetap di hotel sampai beberapa waktu, lalu dikirim berlibur ke sebuah pulau selama beberapa hari juga, dan akhirnya mereka bisa hidup di kota sebagai pasangan. Sedangkan yang gagal berpasangan biasanya akan dikirim ke hutan atau diubah menjadi binatang pilihan mereka, orang orang yang memilih lari ke hutan akan dikejar oleh penghuni penghuni yang ada menggunakan tranquilizer dan penghuni yang berhasil menangkap orang akan mendapat tambahan hari hotel per orang yang ditangkapnya. 

Namun kemanakah orang orang yang berhasil kabur? mereka semua menetap di hutan dan mempunyai kelompok sendiri yang dipimpin oleh Lea Seydoux, karena tidak dapat kembali kota dengan peraturan yang melarang, atau mereka akan diubah menjadi bintangan ataupun dibunuh. Sama halnya dengan hotel, merekapun mempunyai aturan sendiri namun sebaliknya justru orang orang yang memilih tidak mempunyai pasangan ini tidak boleh saling merayu, berciuman, apalagi berhubungan seksual, yang juga memiliki hukumannya sendiri yang juga sama beratnya. Namun begitu mereka sesekali pergi ke kota untuk membeli perabotan dengan menyamar sebagai pasangan. Mereka juga biasanya melakukan serangan terhadap hotel, namun serangan ini cukup unik karena tujuan mereka adalah memecah pasangan yang ada dengan berbagai macam cara.


** Spoiler Alert **

Yang paling menarik dari film ini adalah bagaimana penggambaran manusia di dunia The Lobster hidup mengikuti aturan yang sangat absurd dan berakhir dengan terciptanya golongan oposisi yang ingin mendobrak peraturan dan sistem yang ada, yang percaya atau tidak pastinya kita rasakan terkadang mirip dengan dunia kita saat ini. Bagian terpenting dari film ini adalah paruh kedua dimana David berhasil kabur dan bergabung ke dalam kelompok tanpa pasangan yang dipimpin Lea Seydoux. Disini yang menarik dan menjadi ironi terbesar di film ini adalah disaat dia berada di lingkungan yang memaksanya untuk mendapat pasangan justru dia tidak bisa mendapatkannya namun di lingkungan yang melarang untuk berpasangan justru dia menemukan pasangan sejatinya, yang menggambarkan bagaimana kedua sistem berbeda yang ada menghasilkan irisan dari keduanya. Bagian berikutnya mungkin merupakan bagian yang menjadi puncak konflik, yang merupakan gambaran bagaimana salah satu sistem pasti akan menarik kembali irisan tersebut untuk membuatnya tetap terpisah, disini digambarkan oleh pembutaan terhadap Rachel Weisz yang bertujuan untuk menghilangkan kesamaan yang mereka miliki, hal ini bisa dibilang berhasil dan gagal, gagal karena pada akhirnya mereka tetap berhasil kabur dan berhasil mungkin bisa kita lihat pada puncak dari film ini, endingnya. Di ending film ini penonton diperlihatkan bagaiman sistem lain juga berusaha menarik kembali irisan tersebut dengan David yang disudutkan dengan pilihan, apakah dia harus membutakan dirinya untuk membuat kesamaan antara mereka lagi atau tidak. Dan akhirnya film pun berakhir tanpa penonton mengetahui pilihan apa yang dipilih oleh David, apakah dia membutakan dirinya, mempertahankan irisan sistem dengan berpura pura buta, atau justru dia meninggalkan pasangannya? tidak ada clue lain yang diberikan oleh Lanthimos sehingga nampaknya semua kembali lagi ke intrepetasi liar kita masing masing.


Rating Personal : 9/10

Nilai itulah yang saya berikan untuk film ini, kembali lagi saya katakan demikian karena saya akhirnya dapat menikmati film bagus dan fresh di penghujung tahun ini dengan meracik kisah romansa dengan tema dan penganalogian yang menarik. 

Share on Google Plus

About otongmas

0 comments:

Post a Comment