[ Film Review ] Rogue One : A Star Wars Story







Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap film ini, mungkin bisa dibilang karena film ini sebenarnya bukan merupakan bagian utama dari Star Wars, melainkan sebuah spin-off dari franchise ini. Hal lain yang mungkin membuat saya tidak ingin terlalu berekspektasi tinggi adalah hasil dari film film blockbuster tahun ini seperti Batman v Superman, Suicide Squad, dan bahkan mungkin Captain America : Civil War yang tidak seperti ekspektasi saya. Tapi ternyata saya salah, film ini membayar ekspektasi rendah saya dengan baik, bisa dibilang saya cukup puas dengan film ini, walaupun tentunya film ini masih jauh dari sempurna.

Sekilas tentang film ini, Rogue One : A Star Wars Story merupakan spin-off pertama dari seri film Star Wars yang disutradari oleh Gareth Edwards (Godzilla) dan diperankan oleh Felicity Jones, Mads Mikklesen, Diego Luna, Donnie Yen, dan masih banyak lagi pemeran pemeran terkenal di film ini. Film ini berlatar waktu di antara Star Wars III : Revenge of the Sith  dan Star Wars IV : A New Hope.

Sebenarnya film ini menghadirkan plot yang sederhana dan lagi lagi berhubungan dengan Death Star, namun kali ini diceritakan sebagai pengisi plot hole yang sering dibahas oleh para fans, bagaimana pasukan Rebellion bisa mendapatkan prototype serta titik lemah dari Death Star. Sebenarnya walaupun sederhana plot-nya terasa susah diikuti di awal film, mungkin karena banyaknya karakter baru disini, namun hal itu tidak menjadi masalah karena sekali kita sudah mendapat benang merah dari film ini, akan sangat mudah untuk diikuti. Sebagai standalone, menurut saya film ini cukup berhasil karena tidak kita tidak perlu benar benar mengikuti seri film Star Wars untuk menonton film ini, bahkan yang belum pernah menonton Star Wars pun, film ini bisa jadi pilihan yang tepat untuk memasuki franchise ini. Walaupun begitu tentunya film ini menghadirkan cameo maupun easter eggs sebagai fan service untuk penggemar berat Star Wars. Pilihan cast pun menurut saya dilakukan, tapi mungkin Mads Mikklesen sedikit kurang tepat menjadi Galen Erso karena mukanya yang kelihatan jahat, ya itu pendapat pribadi saya, mungkin efek setelah menonton teaser Death Stranding.









Film ini berhasil menghadirkan cerita berbalut Star Wars dengan rasa yang sedikit berbeda dibanding film film lainnya. Bahkan bisa dibilang cukup dark jika dibandingkan dengan film film Star Wars yang lain, walaupun diracik dengan formula yang sama. Film ini menghadirkan cerita yang menurut saya lebih masuk akal dimulai dengan melihatkan kondisi the Alliance dan pasukan Rebellion dengan keputusasaannya setelah kemunculan Death Star untuk pertama kalinya di dunia Star Wars, dilanjutkan dengan kemunculan sebuah harapan yang muncul dari Galen Erso yang ironisnya adalah pembuat dari Death Star itu sendiri. Film ini seperti melihatkan dua sisi koin bagaimana pasukan Rebellion sebenarnya tidak benar benar suka dengan apa yang mereka lakukan karena pada dasarnya mereka melakukan banyak hal "buruk" untuk mencapai suatu tujuan yang baik, dan juga pasukan Imperial dan the Empire setelah transisi dari pihak baik pada tiga film pertama.



Disini juga kita dilihatkan pihak baru dibawah Saw Gerrera yang sebenarnya bukan merupakan karakter baru, dia muncul dan menjadi tokoh penting di Star Wars : The Clone Wars. Saw Gerrera disini diceritakan sebagai orang yang pernah mengurus sekaligus sebagai mentor dari Jyn Erso. Yang menarik adalah disini kita dihadirkan tokoh utama yang sebenarnya tidak memihak terhadap Empire maupun Rebellion, yang pada awalnya menjadi tokoh penting hanya karena merupakan anak dari Galen Erso yang menjadi pusat dari cerita pada film ini. Yang akhirnya berjuang bersama Cassian Andor dari pasukan Rebellion yang sudah melalui asam garam peperangan melawan Empire, dan droid menarik baru khas Star Wars, K-2SO yang diperankan oleh Alan Tudyk merupakan imperial droid yang diatur ulang menjadi milik pasukan Rebellion. Jika kalian mengharapkan droid ala R2D2 dan BB-8 pada film ini, mungkin kalian akan kecewa karena K-2SO menghadirkan sosok droid yang berbeda namun tetap unik dan tentunya sangat menarik ditonton. Mereka pada awalnya ditugaskan untuk menggunakan Jyn sebagai cara untuk membunuh Galen Erso dan mencegah dilanjutkannya pembuatan Death Star. Mereka juga akhirnya dibantu oleh karakter karakter pendukung yang juga sangat menarik lainnya seperti Bodhi Rook yang merupakan pilot imperial yang dikirim oleh Galen sebagai penyampai hologram, ditambah lagi dengan dua karakter menarik baru lainnya, Chirrut Imwe, seorang buta yang memercayai Force layaknya Jedi dengan senjata berupa tongkat dan crossbownya, dan juga temannya Baze Malbus yang juga hadir dengan senjata berupa blaster uniknya. Semua tokoh tersebut dapat menghadirkan suasana dengan baik sehingga tanpa mengetahui latar belakang dari mereka pun kita dapat mengenal mereka dengan baik. Film ini juga menghadirkan pertempuran pertempuran ala Star Wars yang menghadirkan hampir setiap senjata ikonik yang kalian kenal seperti Star Destroyer dan AT-AT.


Tidak seperti film Star Wars yang lain yang menghadirkan tokoh villain yang sangat kuat dan ikonik, namun hal tersebut bukan merupakan masalah karena memang pada film ini tidak diperlukan sosok seperti itu karena musuh pada film ini sebenarnya adalah pihak Empire secara keseluruhan, mungkin sosok yang paling mendekati adalah Director Krennic yang juga tampil apik di film ini, sayangnya dia tidak mendapatkan screen time sebanyak villain villain lainnya pada seri film Star Wars, walaupun menurut saya porsi tersebut sangat tepat. Selain Krennic, kita kehadiran kembali Grand Moff Wilhuff Tarkin, yang hadir dalam bentuk CGI, yang menurut saya sangat rapih disini, bahkan tidak terasa. Kehadiran yang paling menarik disini adalah Darth Vader, dengan screen time-nya yang sangat sedikit seperti Joker di Suicide Squad. Walaupun begitu Darth Vader tampil sangat memukau disini, hanya di bagian bagian penting, tanpa perlu ikut campur secara keseluruhan di film ini. Kita juga dilihatkan bagaimana Darth Vader saat tidak menggunakan suit-nya di dalam sebuah tabung, ditunjukkan bagaimana dia tetap merupakan manusia yang tidak selalu berada di balik topeng Darth Vader. Penampilan akhir Darth Vader pada akhir film pun benar benar memukau, dan jelas jika kalian benar benar ingin menyaksikan lagi tokoh ikonik ini di layar lebar, film ini adalah pilihan yang sangat tepat.



Jika kalian mengharapkan Post Credit Scene dari film ini, sayangnya kalian tidak akan menemukannya disini, namun jangan kecewa karena sebenarnya film ini sudah mempunyai Post Credit Scene berupa film Star Wars IV : A New Hope. Adegan terakhir selain menghadirkan Darth Vader dengan epik juga menjadi penghubung dan mungkin akan membuat kalian para penggila Star Wars ingin bernostalgia menonton Star Wars lagi, jika kalian penasaran, adegan ini menghadirkan Leia muda, tepat sebelum Star Wars IV, menggunakan CGI sama seperti Tarkin.


Film ini merupakan film yang sangat tepat bagi kalian penggila Star Wars ataupun yang baru ingin memasuki seri film ini, tentunya kalian tidak akan dikecewakan. Mungkin saya berani bilang bahwa film ini adalah Star Wars terbaik semenjak Star Wars VI : Return of The Jedi pada tahun 1983, walaupun hanya sebuah Spin-Off, walaupun tentunya film ini masih jauh dari sempurna. Saya pribadi menilai film ini 8,5/10. Mungkin bisa jadi awal yang baik sebagai standar minimum film film Star Wars berikutnya seperti Star Wars Episode 8 (2017), film tentang Han Solo (2018), dan Star Wars Episode 9 (2019).




Share on Google Plus

About otongmas

0 comments:

Post a Comment